Perpustakaan keluarga

Jika anda dan keluarga hobi membaca dan juga membeli buku, maka tak heran jika kemudian jumlah koleksi buku yang dimiliki di rumah meningkat dan terus bertambah. Jika sudah seperti ini, tak ada salahnya membuat sebuah perpustakaan keluarga di rumah.Eh tapi meskipun koleksi buku masih sedikit, niat membuat perpustakaan keluarga tetap bisa terwujud lho. Asal dengan niat kuat, maka proses penambahan koleksi perpustakaan bisa terus bertambah sedikit demi sedikit.

Dengan kegiatan kreatif dan perpustakaan sederhana, anda pun bisa turut serta menambah wawasan dan ilmu pengetahuan untuk anggota keluarga dan juga kerabat atau saudara yang kerap bertamu ke rumah anda.

Berikut ini adalah beberapa hal dasar untuk membuat perpustakaan keluarga:

1. Mulai memikirkan di ruang mana nantinya perpustakaan tersebut berada. Tapi jika tidak tersedia ruangan pun, anda tetap bisa memanfaatkan sudut-sudut lain untuk menjajarkan koleksi buku.

2. Sarana dan perlengkapan apa saja yang dibutuhkan.

Hal ini misalnya meliputi rak, lemari buku, meja, kursi, reading nook, dan sarana lain yang memang dibutuhkan. Jika ternyata di rumah memiliki area yang memadai untuk meletakkan rak baru, maka mulailah merancang rak seperti apa yang dibutuhkan, apakah membeli jadi atau memesan dengan desain khusus.

[Ingat: jangan langsung minder jika di dalam rumah tidak tersedia tempat untuk meletakkan benda-benda tersebut atau ruang khusus untuk perpustakaan]

3. Siapa sasaran dari perpustakaan keluarga ini? Tentu saja semua anggota keluarga dengan minat dan hobinya masing-masing yang bisa saja jauh berbeda. Untuk itu koleksi buku-bukunya pasti juga berbeda jauh dari segi subjek atau isinya. Nah hal ini berkaitan dengan penempatan buku-buku bacaan di rak.

Kalau mama pernah berkunjung dan memperhatikan label buku di perpustakaan, label buku dan lokasinya itu bergantung pada isi buku tersebut. Istilahnya diklasifikasikan ke dalam subjeknya masing-masing. Klasifikasi ini biasanya menggunakan sistem penomoran tertentu berdasarkan standar internasional atau kebijakan perpustakaan itu sendiri.

Tapi kalau untuk perpustakaan keluarga yang sederhana dan koleksi di bawah 500 eksemplar sih tidak wajib pakai label. Kalau mau bisa pakai stempel pribadi saja. Intinya sih tidak menyulitkan dan tentu semua bergantung pada kebutuhan keluarga.

Penyusunan buku di rumah yang paling sederhana bisa berdasarkan tingkatan rak saja. Misalnya dari 4 tingkat rak buku, koleksi buku memasak ada di tingkat 2, koleksi otomotif di tingkat 3, sementara untuk koleksi anak ada di paling bawah rak supaya lebih mudah dijangkau.

Nah, jika sudah mulai memikirkan dan membuat rancangan hal mendasar di atas, mari masuk ke tahap yang lebih dalam lagi.

  • Ruang perpustakaan. Meskipun ruangannya kecil atau hanya berupa rak di sudut, kita tetap sebut saja sebagai perpustakaan :p.

Pilihlah tempat untuk meletakkan koleksi di tempat yang tidak lembab, tidak terkena tampyas air dan juga sinar matahari langsung. Hal ini penting bagi kelangsungan buku-buku nantinya agar tidak mudah rusak. Dan jangan lupa pilihlah tempat yang mudah dijangkau oleh seluruh anggota keluarga.

  • Rak buku.

Jika ingin mendesain rak sendiri, pastikan anda mengetahui jenis dan bahan dasar yang akan digunakan untuk membuat rak tersebut sehingga bisa mengetahui rincian harganya. Tentukan juga apakah bisa membuat rak sendiri atau menyerahkan desain tersebut ke tukang kayu.

Model rak seperti apa yang dibutuhkan? Minimalis sesuai gaya rumah? Atau kontemporer? Rajin-rajin browsing desain rak di majalah-majalah dan buku interior serta di internet akan sangat membantu untuk mencari tahu kebutuhan dan keinginan anda yang tentunya juga disesuaikan dengan budget yang dimiliki.

Jika sudah, pastikan dan ukur kembali desain rak dengan ruang yang tersedia agar tidak terjadi salah penempatan atau malah membuat ruangan menjadi sempit dan tidak nyaman.

  • Bagaimana jika tidak ada ruangan khusus atau tidak ada budget untuk rak buku? Tenang, meskipun menggunakan sarana seadanya sebuah perpustakaan keluarga tetap bisa bermanfaat asalkan si pemiliknya kreatif dan mau berusaha.

Untuk pengganti rak [karena tak ada budget atau karena area yang terbatas], kita bisa memanfaatkan sarana lain untuk meletakkan koleksi buku bacaan. Misalnya keranjang bekas parsel maupun kotak bekas. Letakkan di tempat yang jauh dari jangkauan hewan pengerat ataupun lantai yang lembab.

Parsel buku

Kotak bekas

Nah, jika sudah mulai pada tahap ini bisa dibilang perpustakaan keluarga anda sudah berjalan dan sudah bisa dimanfaatkan :)

^^^^^^^^^^^^

Sebuah perpustakaan tidak hanya terdiri dari koleksi buku saja, tetapi juga kegiatan kreatif di dalamnya yang bisa merangsang minat baca dan kegiatan positif.

Jika sering dikunjungi oleh anak-anak, lengkapi perpustakaan keluarga  dengan mainan-mainan atau kegiatan seperti membaca buku bersama dan mendongeng. Tidak perlu mainan mahal, tetapi mainan sederhana seperti misalnya puzzle dan mainan tradisional seperti congklak yang bisa merangsang otak anak dan juga menumbuhkan minat mereka untuk membaca buku-buku yang ada di sekitarnya. Jika ingin lebih hemat, mainan tersebut bisa didapat di bazar buku dengan harga yang lebih murah.

Bermain congklak

Puzzle angka dan huruf

Bermain kartu

Ajak anggota keluarga atau sanak famili lain untuk ikut ambil bagian dari menyebarkan virus membaca. Tidak perlu dipaksa, tapi cukup biarkan mereka melihat dan merasakan sendiri manfaatnya.

Membaca bersama

Mendongeng

Bagaimana? Mudah atau sulit?

Kalau punya tips lain, mari dibagi bersama dan selamat mojok di perpustakaan bersama keluarga.

About these ads

2 responses to “Perpustakaan keluarga

  1. Pingback: Klasifikasi buku di perpustakaan | 123 Pustakawan·

  2. Pingback: Tulisan perpustakaan | rumahijaubelokiri·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s